Senin, 25 Februari 2019

Usaha-Usaha NU untuk mempertahankan ASWAJA

Okeee...., Ini adalah lanjutan dari kemarin...
Semoga ilmu yang saya bagikan ini  bermanfaat bagi kita semua...😊


      Usaha-usaha yang dilakukan oleh Nahdlatul Ulama dalam mempertahankan paham Ahlusunnah Wal Jamaah merupakan lanjutan dari usaha-usaha yang sudah dilakukan oleh para ulama pesantren.

      Pertama kalinya, usaha Nahdlatul Ulama lebih banyak di arahkan pada penyelamatan pelaksanaan ajaran Imam Madzhab empat (madzahibuil arbaah) dan paham Ahlusunnah Wal Jamaah di tanah suci Makkah dan Madinah.

     Nahdlatul Ulama mengirim utusan untuk menghadap kepada Raja Abdul Azis bin Abdurrahman As Sa'ud menyampaikan surat Nahdlatul Ulama tanggal 5 Syawal 1346 H, yang berisi harapan dan permohonan kepada Raja Hijaz dan Nejed sebagai berikut :

1. Agar kekebebasan bermadzhab tetap diberlakukan di negeri Hijaz, dengan mengikuti salah satu dari madzhab empat. Karena itu, hendaknya dilakukan giliran antara imam-imam shalat Jum'at di Masjidil Haram dan tidak ada larangan bagi masuknya kitab-kitab yang berdasarkan empat madzhab tersebut.

2. Agar tetap dilestarikannya tempat-tempat bersejarah yang sudah dikenal oleh masyarakat Islam.

Permohonan tersebut memperoleh jawaban dari Raja Hijaz dan Nejed melalui surat resmi tertanggal 24 Dzulhijjah 1346 H. Isinya antara lain :

  1. Sekalipun penguasa Hijaz dan Nejed (Saudi Arabia) beraliran Wahabi, namun akan tetap bersikap adil serta melindungi ajaran madzhab empat (Hanafi, Maliki, Syafi'i, dan Hambali).
  2. Pengajaranpaham Ahlusunnah Wal Jama'ah tidak dilarang, karena sudah berlangsung di Masjidil Haram sejak dahulu.
  3. tidak ada larangan bagi para peziarah ke tempat-tempat bersejarah di sekitar Hijaz dan Nejed, terutama ke makam Nabi, makam Uhud, dan makam para sahabat dan Baqi'.

  Usaha Nahdlatul Ulama dalam mempertahankan ajaran Ahlusunnah Wal Jama'ah juga dilakukan melalui kegiatan-kegiatan dakwah baik secara rutin, berkala (sewaktu-waktu), maupun pada peringatan-peringatan hari besar Islam. Pada kesempatan tersebut selalu diisi penjelasan tentang ajaran Ahlusunnah Wal Jama'ah baik di bidang aqidah, ibadah, muamalah, maupun akhlak/tasawwuf.

         Dalam lembaga pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama juga diberikan pelajaran agama sesuai paham Ahlusunah Wal Jamaah. Pelajaran aqidah-akhlak, dan fiqih yang diajarkan selalu berpedoman pada kitab-kitab yang diausun oleh para ulama Ahlusunnah Wal Jamaah.

     Tujuannya adalah agar para santri dan pelajar Nahdlatul Ulama selalu berpegang teguh pada ajaran Islam yang murni, yaitu ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah. Dengan demikian, ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah dapat dipahami dan diamalkan dengan benar dalam kehidupan sehari-hari.



Rabu, 30 Januari 2019

pengertian aswaja

 Pengertian Ahlusssunnah Wal Jamaah

Aswaja versi bahasa terdiri dari tiga kata, yaitu: Ahlu, Al-Sunnah, dan Al-Jama’ah. 

1. Kata Ahlu diartikan sebagai keluarga, komunitas, atau pengikut.
2. Kata Al-Sunnah diartikan sebagai jalan atau karakter. Arti Sunnah secara istilah adalah segala sesuatu yang diajarkan Rasulullah SAW., baik berupa ucapan, tindakan, maupun ketetapan. 
3. Sedangkan kata Al-Jamaah diartikan sebagai perkumpulan. Al-Jamaah secara istilah bermakna sesuatu yang telah disepakati komunitas sahabat Nabi pada masa Rasulullah SAW. dan pada era pemerintahan Khulafah Al-Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali). 
           Dengan demikian, Ahlusssunnah Wal Jamaah adalah komunitas orang-orang yang selalu berpedoman kepada sunnah Nabi Muhammad SAW. dan jalan para sahabat beliau, baik dilihat dari aspek akidah, agama, amal-amal lahiriyah, atau akhlak hati.

[1] Jama’ah mengandung beberapa pengertian, yaitu :       a). kaum ulama atau kelompok intelektual.
     b). golongan yang terkumpul dalam suatu                            pemerintahan yang dipimpin oleh seorang amir. 
     c). Golongan yang di dalamnya terkumpul orang-              orang yang memiliki integritas moral atau akhlak,          ketaatan dan keimanan yang kuat.
     d). Golongan mayoritas kaum muslimin
     e). Dan sekelompok sahabat Nabi Muhammad                   SAW.
[2] Menurut Imam Asy’ari, Ahlusssunnah Wal Jamaah adalah golongan yang berpegang teguh kepada al-Qur’an, hadis, dan apa yang diriwayatkan sahabat, tabi’in, imam-imam hadis, dan apa yang disampaikan oleh Abu Abdillah Ahmad ibn Muhammad ibn Hanbal.

[3] Menurut KH. M. Hasyim Asy’ari, Ahlusssunnah Wal Jamaah adalah golongan yang berpegang teguh kepada sunnah Nabi, para sahabat, dan mengikuti warisan para wali dan ulama. Secara spesifik, Ahlusssunnah Wal Jamaah yang berkembang di Jawa adalah mereka yang dalam fikih mengikuti Imam Syafi’i, dalam akidah mengikuti Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari, dan dalam tasawuf mengikuti Imam al-Ghazali dan Imam Abu al-Hasan al-Syadzili.

[4] Menurut Muhammad Khalifah al-Tamimy, Ahlusssunnah Wal Jamaah adalah para sahabat, tabiin, tabiit tabi’in dan siapa saja yang berjalan menurut pendirian imam-imam yang memberi petunjuk dan orang-orang yang mengikutinya dari seluruh umat semuanya.



Semoga ilmu kali ini bermanfaat bagi kita semua.
Amin ya rabbal alaminn..
Tunggu kelanjutannya ya!!!😊